KEPEMIMPINAN EKSEGETIS YOSUA 1: 3-11 DANIMPLIKASINYA BAGI GEREJA PENTAKOSTA INDONESIASIDANG BANDAR TINGGI

Authors

  • Almaja Sinurat Institut Agama Kristen Renatus Author

Abstract

ABSTRACT

This study aims to analyze the leadership principles found in Joshua 1:3–11 through an exegetical approach and to examine their implications for the leadership of the Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) at Bandar Tinggi Congregation. Biblical leadership emphasizes the Word of God as the primary foundation for ministry and decision-making. This research employs a qualitative method with data collected through literature review and in-depth interviews involving 30 participants consisting of church elders and congregational members who have experience in church leadership and ministry. The findings indicate that Joshua’s leadership is characterized by several key principles, including obedience to God’s Word, visionary leadership, readiness in planning and action, courage in facing challenges, and exemplary conduct in guiding the people. These principles remain highly relevant for contemporary church leadership, particularly in responding to globalization, organizational dynamics within the church, and the need for effective ministry development. The study also reveals that implementing biblical leadership principles can enhance the quality of ministry, strengthen the faith of congregational members, and promote both spiritual and organizational church growth. Therefore, church leaders are encouraged to develop leadership rooted in the Word of God, possess a clear vision, and empower congregational members in ministry.

Keywords: biblical leadership, exegesis of Joshua, church leadership

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip kepemimpinan yang terdapat dalam Yosua 1:3–11 melalui pendekatan eksegetis serta mengkaji implikasinya bagi kepemimpinan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Bandar Tingi. Kepemimpinan dalam perspektif Alkitab menempatkan Firman Tuhan sebagai dasar utama dalam menjalankan pelayanan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap 30 partisipan yang terdiri dari majelis gereja dan jemaat yang memiliki pengalaman pelayanan dalam gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Yosua ditandai oleh beberapa prinsip utama, yaitu ketaatan terhadap Firman Tuhan, kepemimpinan yang visioner, kesiapan dalam perencanaan dan tindakan, keberanian menghadapi tantangan, serta keteladanan dalam memimpin umat. Prinsip-prinsip tersebut memiliki relevansi yang signifikan bagi kepemimpinan gereja masa kini, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi, dinamika organisasi gereja, serta kebutuhan pengembangan pelayanan yang efektif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan pola kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip Alkitabiah dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat iman jemaat, serta mendorong pertumbuhan gereja secara spiritual maupun organisatoris. Oleh karena itu, pemimpin gereja perlu mengembangkan kepemimpinan yang berakar pada Firman Tuhan, memiliki visi yang jelas, serta mampu memberdayakan jemaat dalam pelayanan.

References

Gangel, Kennet O. (2001) Membina Pemimpin Pendidikan Kristen. Malang: Gandum Mas.

J. King, Philip dan Lawrence E. (2011). Estager Kehidupan orang Israel Alkitabiah, Jakarta: BPK.

James, Poling N dan Donald E. Miller. (1985). Foundation for a Praktikal Theology of Ministry. Nashville: Abingdon Press.

Jimmy, Oentoro. (1988). Pemimpin Rohani yang Kompeten", dalam Kepemimpinan dan pembinaan warga gereja. Jakarta: Sinar Harapan dan Yayasan Wahana Dharma Nusa.

Kamus Gambaran Alkiah The Dictionary of Bablikal bma Surabaya.

Lembaga Biblika Alkitab. (2002). Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius.

Moleong, Lexy J. ( Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya 2010

Roberts, Liardon. (2001). Keberhasilan dalam kehidupan dan pelayanan. Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Imanuel.

Sihombing, Lince. (2013). Pendidikan Kompetensi. Sekolah Tinggi Teologi Renatus, Pematang Siantar.

Stedman, Ray C. (2010). Petualangan Menjelajahi Perjanjian Lama. Jakarta: Discovery House

Storm, Bons. (2008). Apakah Penggembalaan Itu? Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Subagyo, Andreas B. (2004). Pengantar Riset Kuantitauf & Kuslitatif termasuk Rises Teologi dan keagamaan. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.

Tjandra, Lukas. (2002). Latar Belakang Perjanjian Baru (III). Malang: Literatur SAAT.

Downloads

Published

2025-12-31